Hikmah Aqiqah | Bandung Aqiqah | Aqiqah Murah | Qurban

Hikmah Disyariatkannya Aqiqah

Aqiqah itu merupakan suatu pengorbanan yang akan mendekatkan anak

kepada Allah pada awal menghirup udara kehidupan.

Suatu penebusan bagi anak dari berbagai musibah dan kehancuran.

Bayaran utang anak untuk memberikan syafa’at kepada orang tuanya.

Sebagai media menampakkan rasa gembira dengan melaksanakan syariat

islam dan bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak

umat Rasulullah Saw, pada hari kiamat.

Dapat memberikan sumber jaminan sosial dan menghapus gejala

kemiskinan di dalam masyarakat.

Pengertian Qurban

Qurban adalah penyembelihan binatang qurban yang dilakukan pada Hari

Raya Haji (selepas sholat Idul Adha) dan hari-hari Tasyriq yaitu tanggal 11, 12

dan 13 Zulhijjah kerena beribadah kepada Allah s.w.t.

Daripada Aisyah r.a Nabi Muhammad s.a.w. telah bersabda yang

bermaksud: “Tiada suatu amalan yang dilakukan oleh manusia pada Hari Raya

Qurban, yang lebih dicintai Allah selain daripada menyembelih hewan qurban.

Sesungguhnya hewan qurban itu pada hari kiamat kelak akan datang berserta

dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya, dan sesungguhnya

sebelum darah qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima disisi

Allah, maka beruntunglah kamu semua dengan (pahala) qurban itu.”

al-Tarmuzi, Ibnu Majah dan al-Hakim)

Zaid bin Arqam berkata: “Mereka telah bertanya, Wahai Rasullullah,

apakah Udhhiyah (Qurban) itu? Nabi Muhammad s.a.w. menjawab: “Ia sunnah

bagi bapa kamu Nabi Ibrahim.” Mereka bertanya lagi: Apakah ia untuk kita?

Rasulullah s.a.w. menjawab: “Dengan tiap-tiap helai bulu satu kebaikan.”

Mereka bertanya: “maka bulu yang halus pula? Rasullullah s.a.w bersabda

yang bermaksud “Dengan tiap-tiap helai bulu yang halus itu satu kebaikan.”

(Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah).

(Riwayat

Hukum Qurban

Sebagian ulama berpendapat nahwa kurban itu wajib, sedangkan sebagian lain

berpenadpat sunat. Alasan yang menyatakan wajib yaitu firman Allah dalam surat Al-

Kautsar ayat 2.

Maka Dirikanlah shalat Karena Tuhanmu; dan berqurbanlah. (QS. Al-

Kautsar: 2)

Sedangkan alasan yang menyatakan bahwa kurban itu sunah adalah sabda

rasulullah yang berbunyi:

”Saya disuruh menyembelih kurban dan kurban itu sunah bagi kamu.”

(Riwayat Tirmidzi)

Hukumnya Sunnat Muakkad (sunnat yang dikuatkan) atas orang yang

memenuhi syarat-syarat seperti berikut:

Islam

Merdeka (Bukan hamba)

Baligh lagi berakal

Mampu untuk berqurban

Binatang yang sah dijadikan kurban ialah yang tidak bercacat, misalnya

pincang, sangat kurus, sakit, putus telinga, putus ekornya, dan telah berumur

sebagai berikut:

Domba (Da’ni) yang telah nerumur satu tahun lebih atau sudah berganti

giginya.

Kambing yang sudah nerumur dua tahun lebih.

Unta yang telah berumur lima tahun lebih.

Sapi, kerbau yang telah berumur dua tahun lebih.

Seekor kambing hanya untuk satu orang , diqiyaskan dengan denda

menninggalkan wajib haji. Tetapi seekor unta, kerbau, dan sapi boleh buat kurban

tujuh orang. Sebagaimana hadits riwayat muslim yaitu :

Dari jabir,”Kami telah menyembelih kurban bersama-sama Rasulullah

Saw, pada tahun Hudaibiyah, seekor unta untuk tujuh orang.” (Riwayat

muslim).

Walaupun hukum berqurban itu sunnat tetapi menjadi wajib jika

dinazarkan. Sabda Rasullullah s.a.w: “Barang siapa yang bernazar untuk

melakukan taat kepada Allah, maka hendaklah dia melakukannya.” (Fiqh al-

Sunnah).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s